Simeulue|Min — Pengamat Sepak Bola, Agit, menyampaikan imbauan tegas kepada panitia penyelenggara turnamen Laukhe Cup I. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas pertandingan agar ajang bergengsi ini berjalan lancar hingga akhir tanpa diwarnai keputusan kontroversial dari pengadil lapangan.
Agit mengingatkan kembali salah satu peristiwa bersejarah pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2016 antara Afrika Selatan vs Senegal. Kala itu, wasit mengambil keputusan sangat kontroversial dengan memberikan hadiah penalti atas klaim handball, padahal tayangan ulang memperlihatkan bola hanya mengenai lutut pemain.
Akibat keputusan fatal tersebut, FIFA menjatuhkan sanksi hukuman seumur hidup kepada wasit yang bersangkutan dari seluruh aktivitas sepak bola, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Turnamen Laukhe Cup I memang tidak sebanding dengan kelas Piala Dunia. Namun, kita harus berkaca dari peristiwa tersebut agar wasit yang memimpin jeli, tidak merugikan kedua tim, serta tidak mengecewakan para pendukung," ujar Agit.
Ia menambahkan bahwa banyak suporter yang rela datang jauh-jauh dari kampung halaman dan meninggalkan pekerjaan mereka demi mendukung tim kebanggaan. Sangat disayangkan jika pengorbanan tersebut berujung kekecewaan akibat kepemimpinan wasit yang tidak profesional.
Senada dengan hal tersebut, Adi Mukti menekankan pentingnya langkah preventif dari pihak panitia dalam memilih perangkat pertandingan.
"Jangan sampai event sebesar ini terhenti atau tercoreng akibat ada pihak-pihak yang tidak profesional. Panitia harus benar-benar menyaring dan memilih perangkat pertandingan yang netral serta mengantongi lisensi resmi," tegas Adi Mukti.
Menurutnya, keterlibatan wasit yang berlisensi dan berintegritas tinggi merupakan kunci utama untuk menjamin setiap laga dipimpin secara adil dan objektif. Langkah penyaringan ini dinilai sangat vital demi menjaga kualitas kompetisi serta marwah turnamen.
"Jika ada hal-hal yang merugikan salah satu pihak akibat kelalaian atau keberpihakan kepemimpinan, tentu ini sangat mengecewakan para pemain dan seluruh pendukung. Sportivitas dan keadilan harus menjadi panglima dalam turnamen ini," pungkasnya.
Dengan adanya dorongan ini, panitia Laukhe Cup I diharapkan dapat merespons secara positif demi menyajikan tontonan sepak bola yang sehat, bermutu, dan menghibur bagi masyarakat luas.
