Simeulue|min — Sebuah mobil truk Fuso 10 roda dilaporkan terkapar di atas jembatan darurat menuju kawasan hulu GSM, Desa Kuala Makmur, Kecamatan Simeulue Timur, Aceh . Insiden tersebut memicu keluhan dari para sopir truk yang tergabung dalam Organisasi Persatuan Damtruk Simeulue (PDTS).Rabu ( 7/1/2026 )
Para sopir menilai kondisi jalan dan jembatan menuju hulu GSM saat ini tidak layak dilintasi kendaraan berat dengan muatan lebih dari 18 hingga 20 ton. Bahkan, berdasarkan informasi dari sopir damtruk enam roda anggota PDTS, truk Fuso 10 roda seharusnya tidak melintas di jalur tersebut dengan muatan di atas 15 ton.
Akibat beban berat kendaraan tersebut, lantai jembatan darurat dilaporkan mengalami kerusakan parah dan sebagian roboh. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan serta menghambat aktivitas angkutan material yang selama ini menggunakan jalur tersebut.
Menanggapi hal itu, Abdul Halim, salah satu pengurus PDTS, meminta agar perusahaan yang menggunakan mobil Fuso 10 roda tidak lagi mengoperasikan kendaraannya di jalur menuju hulu GSM hingga kondisi jalan dan jembatan diperbaiki.
“Kami berharap perusahaan yang bekerja di kawasan hulu GSM terlebih dahulu memperbaiki jalan dan jembatan agar layak dilalui kendaraan besar. Jika tidak, hal ini akan menghambat aktivitas mobil-mobil kami yang selama ini mengambil material dari dalam,” ujar Abdul Halim, Sekretaris Organisasi Persatuan Damtruk Simeulue.
Ia juga menegaskan bahwa pembatasan tonase kendaraan perlu diterapkan demi menjaga keselamatan dan mencegah kerusakan infrastruktur yang lebih parah di wilayah tersebut
