MINEWS.BANDA ACEH – Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., mengajak keluarga besar KAHMI untuk memperkuat dukungan terhadap program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sekaligus mengambil peran lebih strategis dalam pembangunan bangsa.
Pesan tersebut disampaikan Romo Syafi’i dalam pertemuan silaturahmi dan diskusi keluarga besar KAHMI Aceh, Kamis malam (5/11/2026), di Mordern Coffee Pangoe, Banda Aceh.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai kalangan, meliputi akademisi bergelar profesor dan doktor, pengusaha, birokrat, serta politisi. Turut hadir Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, memperkuat konsolidasi intelektual, dan membangun dialog kebangsaan mengenai kontribusi KAHMI bagi pembangunan Aceh dan Indonesia.
Romo Syafi’i: KAHMI Harus Berkontribusi Menyukseskan Program Presiden
Dalam paparannya, Romo Syafi’i menyoroti besarnya potensi sumber daya manusia yang dimiliki KAHMI. Alumni HMI telah tersebar di berbagai posisi strategis, mulai dari pemerintahan, parlemen, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto sebagai presiden yang paling banyak merekrut alumni HMI untuk mengisi berbagai posisi dalam pemerintahan.
"Presiden yang paling banyak merekrut KAHMI adalah Prabowo Subianto," ungkap Romo Syafi’i di hadapan keluarga besar KAHMI Aceh.
Ia juga menyampaikan rencana untuk mengundang dan mengusulkan Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota kehormatan KAHMI dalam momentum Musyawarah Nasional (Munas) mendatang.
Menurutnya, hubungan antara KAHMI dan pemerintah harus dibangun melalui kontribusi nyata, pemikiran konstruktif, serta dukungan terhadap program-program strategis nasional.
Lebih jauh, Romo Syafi’i juga melontarkan gagasan agar alumni HMI dan KAHMI mulai mempersiapkan diri untuk mengambil peran lebih besar dalam kepemimpinan nasional pada Pemilihan Presiden 2029.
Ia menilai selama ini alumni HMI telah banyak berkontribusi sebagai menteri, wakil menteri, gubernur, anggota legislatif, pengusaha, dan akademisi. Karena itu, potensi tersebut perlu dikonsolidasikan agar dapat melahirkan kepemimpinan nasional yang berintegritas dan memiliki kapasitas.
Gagasan tersebut menjadi salah satu isu menarik dalam diskusi sekaligus membuka ruang refleksi mengenai masa depan peran alumni HMI dalam perjalanan politik dan pembangunan Indonesia.
100 Akademisi dan Tokoh Lintas Profesi Hadir
Kehadiran sekitar 100 peserta dari berbagai latar belakang profesi memberikan warna tersendiri dalam pertemuan tersebut.
Para akademisi bergelar profesor dan doktor, pengusaha, birokrat, serta politisi yang hadir menunjukkan luasnya jejaring sumber daya manusia keluarga besar KAHMI. Kehadiran Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, juga memperkuat representasi unsur kepemimpinan daerah dalam forum tersebut.
Pertemuan diawali dengan pengantar acara sekaligus penyampaian isu-isu strategis oleh Fadhullah T. M. Daud. Selanjutnya, sambutan mewakili Majelis Wilayah KAHMI Aceh disampaikan oleh Presidium KAHMI Aceh, H. Ihsanuddin MZ, S.E., M.M.
Paparan utama disampaikan Romo Syafi’i, kemudian dilanjutkan dialog interaktif yang dipandu Fadhullah T. M. Daud sebagai moderator.
Diskusi berlangsung khidmat dan penuh semangat. Berbagai pandangan berkembang, terutama mengenai kontribusi KAHMI terhadap pembangunan Aceh, penguatan sumber daya manusia, dan peran alumni dalam kehidupan kebangsaan.
Wakil Menteri Agama Bantu Rp50 Juta untuk Pembangunan Gedung KAHMI Aceh
Dalam kesempatan tersebut, Romo Syafi’i juga memberikan bantuan sebesar Rp50 juta untuk mendukung pembangunan lanjutan Gedung KAHMI Aceh.
Bantuan ini menjadi bentuk perhatian terhadap penguatan infrastruktur kelembagaan KAHMI Aceh. Gedung tersebut diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas, silaturahmi, pengembangan pemikiran, dan pengabdian keluarga besar alumni HMI.
Dukungan tersebut diharapkan turut mempercepat penyelesaian pembangunan gedung sekaligus memperkuat keberadaan KAHMI sebagai rumah besar intelektual dan pengabdian alumni HMI di Aceh.
KAHMI Harus Menjadi Kekuatan Gagasan dan Solusi Pembangunan Aceh
Pertemuan ini membawa pesan penting bahwa kekuatan KAHMI tidak semata-mata terletak pada jumlah alumninya, tetapi pada kemampuan menyatukan kapasitas intelektual, jejaring profesional, dan pengalaman kepemimpinan menjadi solusi bagi persoalan masyarakat.
Bagi Aceh, konsolidasi tersebut memiliki arti strategis. Berbagai tantangan pembangunan, mulai dari penguatan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, pengentasan kemiskinan, hingga penciptaan lapangan kerja, membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
KAHMI diharapkan mampu menjadi jembatan antara pemikiran akademis, kebijakan publik, dunia usaha, dan kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, dukungan terhadap pemerintah tidak cukup diwujudkan melalui pernyataan, tetapi juga melalui gagasan kritis, rekomendasi kebijakan, dan program konkret yang memberikan manfaat bagi rakyat.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan Mars HMI dan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara. Suasana semakin semarak dengan pekikan takbir dan yel-yel keluarga besar KAHMI sebagai simbol semangat kebersamaan dan soliditas organisasi.
KAHMI harus hadir bukan sekadar sebagai penonton perjalanan bangsa, tetapi sebagai kekuatan intelektual yang ikut menentukan arah perubahan melalui pemikiran, kepemimpinan, dan pengabdian.
Silaturahmi malam itu menjadi pengingat bahwa persatuan alumni harus bermuara pada satu tujuan besar: memberikan kontribusi terbaik bagi Aceh dan Indonesia.
