Maulid Nabi Muhammad S.A.W di Laksanakan Dengan Meriah Dan di Iringi Dakwah

Editor: Redaksi author photo


Aceh Utara   memperingati hari lahirnya utusan ALLAH yaitu Nabi besar Muhammad S.A.W pada hari senin tgl 26/10/26 M - 15 Jumadi awal 1448 hijriah didesa Alue Baruh kecamatan Seunuddin kabupaten Aceh utara, diiringi dengan shalawat kepada Rasulullah S.A.W sampai siang hari, selanjutnya makan bersama dengan para undangan. 


Kebersamaan terjalin satu sama lain dan para undangan yang hadir luar biasa ramai dan semangat di ibaratkan satu keluarga. 

Dimalam hari juga diadakan ceramah untuk mengenang sejarah kelahiran Nabi Muhammad S.A.W juga perjuanganya dalam membawa umat manusia dari ketidak bermoral menjadi manusia berbudi pekerti yang bijaksana juga dari jahiliyah sampai ke islamiyah. 


Penceramahnya adalah Abi Surya dari Banda Aceh juga dihadiri muspika plus yaitu camat diwakili oleh sekcam Alamsyah, kapolsek Iptu Edi Suparman bersama sejumlah anggotanya juga Danramil diwakili oleh Babinsa Doni beserta mukim wilayah Abu radak. 


Dalam pidato Abi Surya menyampaikan Pada saat kelahiran Nabi Muhammad SAW, api abadi sesembahan kaum Majusi (Zoroaster) di Persia yang telah menyala tanpa henti selama sekitar 1.000 tahun justru padam secara mendadak. 

Peristiwa ini dicatat dalam berbagai literatur sejarah dan sirah nabawiyah (seperti riwayat dari Imam al-Baihaqi dan Ibnul Jauzi dalam Al-Wafa) sebagai salah satu tanda luar biasa menjelang atau pada malam lahirnya Nabi Muhammad SAW di samping beberapa peristiwa lain : bahwa pasukan gajah yang menyerang Ka'bah dan dihancurkan oleh burung Ababil pasukan Nasrani dari Yaman. 


Dalam mengikuti pidato Abi Surya para pengunjung tidak terasa sampai di pengujung acara Rasulullah S.A.W Wafat dan gerimispun datang. 

Menurut keterangan Keuchik Alue Baruh Junaidi, kami sudah mempersiapkan dengan semaksimal mungkin acara maulid harus maksimal demi generasi kedepan tidak lupa dengan sejarah Nabi Besar Muhammad S.A.W. Kataynya


(Thay) 



Share:
Komentar

Berita Terkini