Pembangunan jembatan ini menjadi langkah strategis dalam memulihkan akses transportasi masyarakat pascabencana yang sebelumnya sempat menghambat berbagai aktivitas warga. Kehadiran jembatan diharapkan mampu membuka kembali jalur vital yang menghubungkan antarwilayah, sehingga mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Di lokasi pembangunan, personel Koramil 04/Pintu Rime Gayo (PRG), jajaran Kodim 0119/Bener Meriah, Personel dari Satuan Zeni Kodam Iskandar Muda terlihat bahu-membahu bersama masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong. Sinergi yang terjalin antara TNI dan warga mencerminkan semangat kebersamaan yang kuat dalam setiap tahapan pengerjaan, mulai dari pengangkutan material hingga proses penimbunan struktur jembatan.
Pgs. Danramil 04/PRG, Pelda Yulianto, menjelaskan bahwa kegiatan pada hari tersebut difokuskan pada tahap penimbunan struktur Aramco menggunakan material batu dan tanah. Tahapan ini memiliki peran penting dalam pembangunan jembatan karena menjadi fondasi utama yang menentukan kekuatan dan ketahanan struktur.
“Penimbunan ini bertujuan untuk menyatukan badan jalan dengan struktur jembatan, sehingga nantinya dapat dilalui kendaraan masyarakat dengan aman dan nyaman. Ini merupakan bagian krusial dalam proses pembangunan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh proses pengerjaan jembatan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, baik dari segi waktu pelaksanaan maupun standar kualitas. Hal tersebut tidak terlepas dari kerja sama yang solid antara TNI dan masyarakat yang secara sukarela turut berpartisipasi dalam pembangunan.
“Kami sangat mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Desa Pantan Sinaku yang setiap hari hadir membantu. Ini adalah bukti nyata bahwa kebersamaan menjadi kunci utama dalam mempercepat pembangunan di daerah,” tambahnya.
Pembangunan Jembatan Aramco ini ditargetkan dapat segera diselesaikan dan difungsikan dalam waktu dekat. Namun demikian, aspek kualitas dan keamanan tetap menjadi prioritas utama agar jembatan dapat digunakan secara optimal dalam jangka panjang tanpa kendala.
Keberadaan jembatan ini nantinya diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar akses transportasi, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mendukung peningkatan perekonomian warga di wilayah tersebut.
Dengan terbangunnya akses yang lebih baik, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat diyakini akan kembali tumbuh dan berkembang, sehingga kesejahteraan warga pun dapat meningkat secara bertahap.
Sementara itu, Bapak Samsul, salah satu warga Desa Pantan Sinaku, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas keterlibatan TNI dalam pembangunan jembatan tersebut. Ia menilai kehadiran TNI sangat membantu mempercepat proses pengerjaan yang sebelumnya terasa sulit jika hanya dilakukan oleh masyarakat secara mandiri.
“Kami sangat terbantu dengan adanya TNI. Pengerjaan jadi lebih cepat, lebih terarah, dan kami juga merasa lebih semangat untuk ikut bergotong royong. Jembatan ini sangat penting bagi kami, terutama untuk membawa hasil kebun dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia juga berharap agar pembangunan jembatan dapat segera rampung sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Selain itu, ia menambahkan bahwa kebersamaan yang terjalin antara TNI dan warga menjadi motivasi tersendiri bagi masyarakat untuk terus aktif berpartisipasi dalam pembangunan desa.
Dengan semangat gotong royong yang terus terjaga, pembangunan Jembatan Aramco di Desa Pantan Sinaku tidak hanya menjadi proyek infrastruktur semata, tetapi juga menjadi simbol kuat kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam membangun daerah serta mempercepat pemulihan pascabencana.

