MINews.Pidie Jaya – Progres pembangunan Jembatan Aramco yang menghubungkan Desa Panton Raya dengan Desa Tampui, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga Sabtu (18/4/2026), pembangunan jembatan tersebut telah mencapai 80 persen dan kini memasuki tahap krusial berupa perakitan rangka besi balok lantai jembatan sebagai bagian dari penyelesaian konstruksi.
Keberadaan jembatan ini memiliki peran yang sangat vital bagi masyarakat di kedua desa. Sejak diterjang banjir besar pada akhir November 2025 lalu, akses utama penghubung antara Desa Panton Raya dan Desa Tampui terputus total. Kondisi tersebut berdampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari aktivitas ekonomi, akses pendidikan, hingga interaksi sosial yang menjadi terbatas.
Selama beberapa bulan terakhir, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang tidak hanya memakan waktu lebih lama, tetapi juga memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi. Situasi ini semakin menguatkan urgensi pembangunan kembali jembatan permanen sebagai solusi jangka panjang untuk memulihkan mobilitas masyarakat.
Komandan Kodim (Dandim) 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Aramco merupakan wujud nyata perhatian pemerintah pusat dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana.
“Pembangunan jembatan ini tidak hanya sekadar proyek fisik, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya percepatan pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat. Akses yang lancar akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga,” ungkapnya.
Lebih lanjut, proyek pembangunan ini dilaksanakan oleh personel TNI dari Kodim 0102/Pidie dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Sinergi antara TNI dan warga menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pembangunan di lapangan.
Sementara itu, Kapten Czi Abdul Haris, menegaskan pentingnya keberadaan jembatan tersebut sebagai satu-satunya akses vital bagi masyarakat dua desa dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Jembatan ini sangat penting karena menjadi penghubung utama bagi masyarakat dalam beraktivitas, baik untuk bekerja, bersekolah, maupun menjalankan kegiatan sosial lainnya. Oleh karena itu, kami terus berupaya agar pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu,” jelasnya.
Secara teknis, Jembatan Aramco ini dibangun dengan spesifikasi lebar 5 meter, panjang 7 meter, dan tinggi 3,2 meter. Saat ini, fokus pengerjaan berada pada pemasangan rangka besi lantai jembatan yang menjadi bagian dari tahap akhir konstruksi. Dengan progres yang telah mencapai 80 persen, pembangunan jembatan diperkirakan akan segera rampung dalam waktu dekat, selama tidak terdapat kendala yang berarti di lapangan.
Antusiasme masyarakat dalam mendukung pembangunan ini juga terlihat sangat tinggi. Warga secara sukarela turut membantu proses pengerjaan melalui kegiatan gotong royong. Partisipasi tersebut mencerminkan semangat kebersamaan serta kepedulian warga terhadap percepatan pembangunan fasilitas umum yang sangat mereka butuhkan.
Salah seorang pemuda Desa Panton Raya, Ridwan (29), mengungkapkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pembangunan jembatan merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan desa mereka.
“Kami ikut membantu pembangunan karena ini untuk kepentingan bersama. Jembatan ini bukan hanya sekadar penghubung, tetapi juga menjadi harapan baru bagi masyarakat kami untuk bangkit kembali,” ujarnya.
Meski progres pembangunan berjalan dengan baik, masyarakat tetap berharap agar tahap akhir pengerjaan dapat diselesaikan tanpa hambatan, baik teknis maupun nonteknis. Mereka menantikan momen di mana jembatan tersebut dapat kembali difungsikan secara normal dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.
Pembangunan Jembatan Aramco ini juga dinilai sebagai simbol kebangkitan masyarakat pascabanjir. Dengan kembali terhubungnya akses antar desa, distribusi hasil pertanian diharapkan menjadi lebih lancar, aktivitas ekonomi kembali bergeliat, serta akses pendidikan bagi anak-anak dapat berjalan tanpa kendala.
Dengan capaian progres yang telah mencapai 80 persen, harapan masyarakat Desa Panton Raya dan Desa Tampui kini semakin besar agar jembatan tersebut segera rampung dan dapat kembali menjadi urat nadi kehidupan yang menghubungkan serta menggerakkan roda aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.
