PKM Berdampak: Mahasiswa PSDKU USK Gayo Lues Bantu Petani dengan Demplot Tanaman Cepat Panen sebagai Upaya Pemulihan Pascabencana di Desa Tetingi

Editor: Cut Silvie author photo

 

MINews.Gayo Lues — Mahasiswa Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Gayo Lues melaksanakan program Pengabdian Mahasiswa Berdampak melalui pembuatan demplot tanaman cepat panen sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pemulihan sektor pertanian pascabencana di Desa Tetingi, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Jum’at (6/2/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas kondisi lahan pertanian dan ketahanan pangan masyarakat yang terdampak bencana alam, sehingga memerlukan upaya pemulihan yang cepat, terukur, dan berkelanjutan. Melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, mahasiswa hadir untuk mendampingi petani dalam penerapan teknologi budidaya tanaman cepat panen yang adaptif dan ramah lingkungan.

Koordinator tim mahasiswa, menjelaskan bahwa demplot ini berfungsi sebagai lahan percontohan yang menampilkan praktik budidaya efektif, mulai dari pengolahan lahan, pemilihan benih unggul, penanaman, hingga pemeliharaan tanaman. Jenis tanaman yang dikembangkan meliputi sayuran cepat panen seperti kangkung, sawi, bayam, dan tanaman lainnya, yang diharapkan mampu memberikan hasil dalam waktu relatif singkat.

“Program ini bertujuan membantu petani memulihkan produktivitas lahan sekaligus meningkatkan ketersediaan pangan rumah tangga. Selain itu, kegiatan ini menjadi media pembelajaran langsung bagi masyarakat dalam menerapkan teknik budidaya sederhana, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan ini melibatkan kelompok tani, serta masyarakat setempat yang berpartisipasi aktif dalam seluruh tahapan pelaksanaan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas petani dalam mengelola lahan pascabencana dan mendorong kemandirian ekonomi desa.

Program Pengabdian Mahasiswa Berdampak ini merupakan implementasi nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya pada aspek ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, dan pemulihan wilayah terdampak bencana. Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat direplikasi di desa-desa lain dengan karakteristik permasalahan serupa.

Share:
Komentar

Berita Terkini