
MINews.Gayo Lues — Mahasiswa Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Syiah Kuala (USK) Gayo Lues menginisiasi Gerakan Bangkit Pascabanjir melalui kegiatan optimalisasi lahan pekarangan dan pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga di Desa Tetingi, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Minggu (8/2/2026). Program ini merupakan bagian dari Pengabdian Mahasiswa Berdampak yang bertujuan mempercepat pemulihan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat pascabencana banjir.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh menurunnya produktivitas lahan, terganggunya ketahanan pangan rumah tangga, serta pengelolaan limbah rumah tangga yang belum optimal. Melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif, mahasiswa hadir memberikan solusi berbasis potensi lokal guna mendorong kemandirian dan keberlanjutan lingkungan desa.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan sosialisasi teknik penataan dan pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman sayuran, tanaman obat keluarga (TOGA), dan tanaman hortikultura cepat panen. Selain itu, masyarakat dibekali pelatihan pembuatan ecoenzym dari limbah dapur serta komposter sederhana untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos bernilai guna. Metode praktik langsung dipilih agar teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan secara mandiri dan berkelanjutan.
Ketua Tim Pelaksana Program Mahasiswa Berdampak Bapak Mario Pani, S.P., M.Si menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana. “Optimalisasi pekarangan dan pengolahan sampah organik tidak hanya mempercepat pemulihan ketahanan pangan keluarga, tetapi juga memperbaiki kualitas lingkungan serta membuka peluang ekonomi produktif berbasis rumah tangga,” ujarnya.
Kegiatan ini melibatkan perangkat desa, kelompok PKK, serta masyarakat setempat yang berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Sinergi lintas elemen tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Keuchik Desa Tetingi mengapresiasi kehadiran mahasiswa PSDKU USK Gayo Lues yang telah menghadirkan edukasi dan pendampingan praktis pascabencana. Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, khususnya dalam memulihkan ekonomi keluarga dan menjaga kebersihan lingkungan pascabanjir.
Melalui Gerakan Bangkit Pascabanjir ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi aktif dalam pembangunan desa berkelanjutan, sejalan dengan tujuan pembangunan nasional di bidang ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal.