47 Masyarakat Penyintas Sakit Kronis dan Bencana Jalani Meugang dan Ramadan di Rumah Singgah BFLF

Editor: Cut Silvie author photo

 

MINEWS.BANDA ACEH — Suasana Meugang dan menyambut Ramadan biasanya identik dengan kebersamaan keluarga di rumah. Namun bagi puluhan pasien dan keluarganya, momen itu justru dijalani di Rumah Singgah Blood For Life Foundation (BFLF) Indonesia di Banda Aceh, untuk menjalani pengobatan di Rumah Sakit. 

Ketua BFLF Indonesia, Michael Octaviano, mengatakan rumah singgah tersebut terbuka 24 jam bagi warga Aceh baik para penyintas sakit kronis seperti kanker dan juga bencana yang membutuhkan pengobatan lanjutan di Banda Aceh, terutama di RSUD Zainoel Abidin yang merupakan rumah sakit rujukan utama di Aceh.

“Rumah singgah terbuka 24 jam bagi warga Aceh dan warga penyintas bencana Aceh yang memerlukan pengobatan pasca bencana di Banda Aceh seperti RSUDZA yang merupakan rumah sakit rujukan warga Aceh,” ujar Michael di Banda Aceh, Senin, 16 Februari 2026. 

Berdasarkan data per hari ini, total penghuni Rumah Singgah BFLF mencapai 47 orang. Rinciannya, 13 pasien, 29 pendamping, serta 5 pengurus yang siaga. Secara keseluruhan, BFLF telah membantu 1.623 pasien sejak berdiri.

Pasien yang kini menjalani pengobatan berasal dari berbagai kabupaten/kota di Aceh. Dari Aceh Utara tercatat empat orang, Aceh Barat dua orang, serta masing-masing satu orang dari Aceh Tengah, Simeulue, Pidie, Langsa, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Selatan.

Sejumlah pasien yang tengah berjuang antara lain Yusmawati (46) asal Aceh Utara dengan diagnosa lupus, Anggia Putri (20) juga dari Aceh Utara dengan lupus, serta Suri Darma (40) asal Simeulue yang menjalani pengobatan kanker ovarium.

Ada pula Fadludin Umar (46) dari Aceh Utara dengan patah tulang, M. Mikal (14) asal Langsa dengan bengkak lutut, Ratnawati (46) dari Aceh Timur dengan kanker payudara, serta Arifin (68) asal Aceh Tengah yang didiagnosa tumor.

Di antara mereka, terdapat pasien anak seperti Muhammad Al Fahri (9) dari Pidie pasca operasi kepala, Hafiza Humaira (10 bulan) asal Aceh Utara dengan epilepsi, serta Hilda Alsyifa (9) dari Aceh Barat dengan gangguan jantung. Sementara pasien lain seperti Muhammad Jafar (56) asal Bener Meriah dengan autoimun, Asmadi (67) dari Aceh Selatan dengan tumor, dan Agus Salim (52) dari Aceh Utara juga tengah menjalani pengobatan intensif.

Michael mengajak masyarakat untuk turut peduli dan menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan tersebut, terlebih di bulan suci Ramadan.

Adapun Rumah Singgah BFLF Indonesia beralamat di Jalan Kepiting No. 5, Banda Baru (Lampriet), Banda Aceh. Selain itu, terdapat Rumah Singgah Bersama (KAGAMA & BFLF) di Jalan Arifin Ahmad II, Gampong Ie Masen Kayee Adang, Kecamatan Syah Kuala, Banda Aceh, serta Rumah Singgah BFLF Sumut yang berada di samping IGD RSUP Adam Malik, Medan.

“Silahkan datang kerumah singgah. Bagi para pasien dan keluarga, kebersamaan bukan lagi soal hidangan di meja, tetapi tentang doa, dukungan, dan kesempatan untuk terus berjuang menuju sembuh,” ujar Michael.

Share:
Komentar

Berita Terkini