BBPOM Aceh Sidak Sejumlah Ritel, Telusuri Susu Formula Mengandung Cemaran Toksin Cereulide

Editor: Cut Silvie author photo

 

MINews.Banda Aceh - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) melakukan sidak terhadap sejumlah ritel modern dan distributor di Banda Aceh dan Aceh Besar.


Sidak itu dilakukan guna penelusuran terhadap produk S-26 Promil Gold pHPro 1 (formula bayi usia 0–6 bulan).


Penelusuran produk susu formula tersebut dilakukan menyikapi notifikasi dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) dan The International Food Safety Authorities Network (INFOSAN) terkait potensi cemaran toksin cereulide pada produk susu formula bayi produksi Nestlé Suisse SA, Pabrik Konolfingen, Swiss.


Penelusuran dilakukan terhadap produk dengan nomor izin edar ML 562209063696, khususnya untuk nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1, di sejumlah sarana ritel modern dan distributor pangan olahan di wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.


Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, mengatakann, penelusuran dilakukan pada sembilan sarana ritel modern yang tersebar di Banda Aceh dan Aceh Besar.


Penelusuran itu juga dilakukan di salah satu sarana distributor yaitu PBF PT. Enseval Megatrading Cabang Aceh Besar.


Berdasarkan hasil pemeriksaan, di tingkat distributor ditemukan produk S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets 51530017C2 sebanyak 5 kaleng.


“Produk tersebut telah dilakukan penahanan (hold) dan proses retur ke pusat telah dibuktikan pelaksanaannya sejak 16 Januari 2026,” kata Riyanto, Kamis (22/1/2026).


Dari hasil penelusuran di seluruh sarana ritel modern, pihaknya tidak menemukan produk dengan nomor bets yang dimaksud. Produk yang ditemukan di sarana ritel merupakan nomor bets lain yang berbeda, yakni nomor bets 50730017C4 sebanyak 13 kaleng dengan ED 31 Maret 2027, nomor bets 51140017A3 sebanyak 14 kaleng dengan ED 30 April 2027, serta nomor bets 43080017C3 sebanyak 1 kaleng dengan ED 30 November 2026, yang seluruhnya dinyatakan aman.


Ia mengatakan, penelusuran itu dilakukan sebagai bagian dari pengawasan post market untuk memastikan keamanan produk pangan, khususnya pangan bayi, yang beredar di masyarakat.


Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik. Penarikan produk ini merupakan wujud kepedulian BPOM terhadap keamanan produk yang beredar dan hasil dari pengawasan post market.


“Produk susu formula dengan nomor bets tertentu terindikasi mengandung cemaran toksin cereulide pada bahan baku yang digunakan, namun untuk produk sejenis dengan nomor bets lainnya dinyatakan aman,” tegasnya.


Ia juga menambahkan bahwa BBPOM Aceh akan terus melakukan pengawasan lanjutan di kabupaten/kota lainnya yang akan dijadwalkan bersamaan dengan kegiatan pengawasan sarana dan sampling rutin.


Kepada para pemilik sarana dan masyarakat, Riyanto mengingatkan agar tidak ragu untuk mencari informasi resmi apabila membutuhkan klasifikasi lebih lanjut.


“Jika terdapat keraguan atau memerlukan informasi tambahan, masyarakat dan pelaku usaha dapat menghubungi layanan informasi resmi BBPOM atau menyampaikan pertanyaan melalui pesan langsung (DM) media sosial BPOM,” pungkasnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini