Kapolres Pidie Kunjungi Anak Bibir Sumbing, Hadirkan Harapan Lewat Operasi Gratis

Editor: EDITOR author photo


Pidie|Min -
Jaka Mulyana bersama Rahmad Maulizar mengunjungi rumah tiga orang tua anak penderita bibir sumbing di Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Kamis (7/5/2026).

Kunjungan tersebut menjadi wujud kepedulian sekaligus dukungan moral bagi keluarga pasien yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi dan akses pengobatan.

Dalam suasana penuh kehangatan, Kapolres Pidie turut menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga pasien sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan itu juga menjadi langkah awal untuk menjalin silaturahmi langsung dengan para pasien yang direncanakan akan mengikuti operasi bibir sumbing gratis di Rumah Sakit Chik Ditiro Pidie pada 3 hingga 5 Juni 2026 mendatang. Program tersebut merupakan bagian dari bakti kesehatan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Polres Pidie.

Operasi bibir sumbing gratis itu merupakan hasil kolaborasi Polres Pidie bersama organisasi sosial internasional Smile Train dengan menghadirkan dokter bedah plastik serta tim medis profesional untuk menangani para pasien.

Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana mengatakan, kegiatan tersebut bukan hanya sekadar pelayanan kesehatan, tetapi juga upaya menghadirkan harapan baru bagi anak-anak penderita bibir sumbing agar dapat tumbuh lebih sehat dan percaya diri.

“Selain penanganan medis, kegiatan ini juga memberi kesempatan bagi anak-anak untuk tumbuh lebih sehat dan percaya diri,” ujar Kapolres Pidie.

Sementara itu, Rahmad Maulizar selaku Koordinator Bibir Sumbing Aceh mengapresiasi kepedulian Polres Pidie yang turut hadir membantu masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu yang membutuhkan operasi bibir sumbing.

Polres Pidie juga mengajak masyarakat yang memiliki anak atau anggota keluarga penderita bibir sumbing untuk segera mendaftarkan diri. Pendaftaran dapat dilakukan langsung melalui Polsek jajaran di wilayah Kabupaten Pidie.

Share:
Komentar

Berita Terkini