Simeulue|Min — Mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Suara Rakyat Simeulue (GESER) menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Simeulue.Dalam aksi tersebut, massa mendesak pihak kejaksaan untuk segera menuntaskan sejumlah perkara yang dinilai berjalan lamban, termasuk dugaan kasus di lingkungan Baitul Mal yang hingga kini belum menetapkan tersangka. Senin (19/01/2026).
Para peserta aksi menyampaikan kekecewaan karena lebih dari satu jam menyampaikan orasi di luar pagar kantor kejaksaan tanpa mendapatkan tanggapan langsung dari pihak Kejari. Massa juga tidak diizinkan masuk ke halaman kantor untuk menyampaikan tuntutan secara langsung.
“Kami hadir di sini bukan untuk berbuat anarkis. Kami hanya menuntut ketegasan kejaksaan, terutama terkait dugaan kasus Baitul Mal yang sampai hari ini belum ada kejelasan penetapan tersangka,” ujar salah satu orator aksi, Adi Mukti, saat menyampaikan orasi.
Orator lainnya, Wiwin Hendrolia, menegaskan bahwa aksi tersebut berpotensi berlanjut apabila tidak ada kepastian dari pihak kejaksaan. Menurutnya, kejelasan penanganan perkara menjadi tuntutan utama massa aksi.
Setelah menunggu cukup lama, perwakilan Kejaksaan Negeri Simeulue akhirnya menemui massa. Namun, pertemuan singkat tersebut belum membuahkan hasil karena pihak kejaksaan menyatakan belum dapat mengabulkan petisi yang diajukan oleh para demonstran.
Situasi sempat memanas ketika sebagian massa mencoba memasuki area kantor kejaksaan. Aparat keamanan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kemudian melakukan pengamanan dan menghadang massa, sehingga terjadi adu argumen. Ketegangan berhasil diredam setelah pihak kejaksaan menyatakan kesediaannya untuk membuka ruang dialog.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Simeulue melalui sambungan telepon seluler menyampaikan bahwa dirinya sedang berada di luar daerah dalam rangka tugas kedinasan, sehingga belum dapat menemui langsung massa aksi.
“Besok, bersamaan dengan agenda rilis pers, kita akan melaksanakan audiensi. Silakan datang kembali besok,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Simeulue.
Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung dengan pengawalan ketat aparat keamanan dan berakhir dengan tertib
