Yulang Bawang Barat Indonisia News-Tabir Dugaan adanya praktik pengodisian jual beli seragam di lingkungan SMKN 1 Tulang Bawang Tengah kabupaten tulang Bawang barat mendapat perhatian serius dari Ketua lembaga swadaya masyarakat (LSM) Serikat Intelektual Kawal Demokrasi (SIKAD) Provinsi Lampung.
Riswan ketua LSM SIKAD provinsi Lampung mendesak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung,
Thomas Amirco, tidak tinggal diam segera mengambil tindakan tegas terhadap pihak SMKN 1 Tubaba apabila dugaan tersebut terbukti benar.
Menurut Riswan, persoalan ini menjadi serius karena disebut tetap berjalan di tengah adanya surat edaran Disdikbud Provinsi Lampung yang melarang praktek jual beli seragam di lingkungan sekolah.
"Semestinya Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung harus tegas. Jika benar pihak sekolah tetap menjalankan praktik mengarakan siswa untuk membuat seragam sekolah di tempat komveksi yang sudah ditentukan sangat bertentangan dengan surat edaran dinas, hal tersebut tidak boleh dibiarkan. Ini menyangkut marwah kewibawaan pemerintah provinsi lampung dan nama baik dunia pendidikan," ujar Riswan.kepada media pada selasa (11/08/2026).
Ia menilai, dugaan pengabaian terhadap kebijakan Disdikbud tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele. Jika benar terjadi, menurutnya, tindakan tersebut berpotensi menunjukkan lemahnya pengawasan serta ketidakpatuhan terhadap kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah.
"Jangan sampai surat edaran yang dikeluarkan dinas hanya menjadi formalitas dan tidak memiliki kekuatan di lapangan. Karena itu, harus ditelusuri siapa yang mengondisikan, bagaimana mekanismenya, dan siapa yang mendapatkan keuntungan apabila praktik jual beli seragam tersebut memang benar terjadi," tegasnya.
Riswan juga menekankan agar Disdikbud tidak hanya menerima laporan secara administratif, tetapi bisa turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memastikan fakta di lapangan
"Baiknya Kadis Thomas Amirco, Telusuri informasi yang beredar jika ternyata benar pihak sekolah melanggar ketentuan, maka harus ada tindakan dan sanksi tegas sesuai aturan. Bahkan jika diperlukan, lakukan evaluasi terhadap kepala sekolah maupun pihak-pihak yang terbukti terlibat," katanya.
Tak berhenti pada persoalan seragam, Riswan juga meminta Disdikbud Provinsi Lampung tidak mengabaikan dugaan persoalan lain yang berkaitan dengan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMKN 1 Tubaba.
Ia mendesak agar penggunaan dana BOS sekolah tersebut dapat diperiksa dan diaudit secara mendasar upaya untuk memastikan setiap rupiah anggaran negara direalisasikan harus sesuai juklak dan juknis Dana BOS
" Audit juga penggunaan dana BOS mereka selama ini. Jangan sampai persoalan hanya berhenti pada seragam. Kalau memang ada dugaan kejanggalan dalam penggunaan anggaran justru menjadi presiden buruk mencoreng nama pemerintah di provinsi lampung dan Dunia pendidikan,"ujar Riswan.
Menurutnya, apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan indikasi penyimpangan, maka persoalan tersebut harus ditindaklanjuti melalui mekanisme hukum yang berlaku.
"Jika perlu libatkan aparat penegak hukum (APH), sehingga semuanya menjadi terang. Kalau ditemukan kejanggalan atau penyelewengan, jangan ditutup-tutupi. Siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran harus bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum," tegasnya.
Riswan menambahkan, pengawasan terhadap sekolah bukan semata-mata untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan lembaga pendidikan menjalankan tugas secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Ia meminta Disdikbud Provinsi Lampung segera merespons persoalan tersebut secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
"Publik berhak mendapatkan kepastian. Kalau tuduhan itu tidak benar, silakan dibuktikan dan dijelaskan secara terbuka. Tetapi kalau memang benar, jangan sampai ada pembiaran," pungkasnya.
Hingga berita ini kembali di terbitkan pihak sekolah belum juga memberikan tanggapan terkait informasi tersebut meski awak media sebelumnya sudah berupaya melakukan komfirmasi agar pemberitaan berimbang
namun akses untuk melakukan komfirmasi kepada titis sungkowo kepala sekolah smkn 1 tulang bawang tengah kabupaten setempat terkesan tertutup sejumlah guru tenaga pendidik terkesan bungkam saat di komfirmasi awak media (*)
