Tim Terbaik dari Universitas Syiah Kuala (USK) akan Mengikuti Lomba Essay Tingkat Nasional (LETIN 8) di Universitas Andalas, Padang.

Editor: redaksi author photo



Banda Aceh. Universitas Syiah Kuala (USK) memberangkatkan banyak tim mahasiswa untuk mengikuti babak final Lomba Essay Tingkat Nasional (LETIN 8) Tahun 2026 yang akan diselenggarakan pada 11-12 Juli 2026 di Convention Hall Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat. Keikutsertaan beberapa tim tersebut menjadi bukti komitmen Universitas Syiah Kuala dalam mendorong prestasi mahasiswa di bidang penalaran, riset, dan inovasi. Pada ajang ini, para finalis akan mempresentasikan gagasan terbaik mereka di hadapan dewan juri bersama finalis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Lomba Essay Tingkat Nasional (LETIN) merupakan kompetisi ilmiah tahunan yang diselenggarakan oleh Nusantara Muda sebagai wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menuangkan gagasan inovatif dan solutif terhadap berbagai isu strategis nasional. Dalam penyelenggaraannya, Nusantara Muda telah bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia sebagai tuan rumah grand final, di antaranya Institut Teknologi dan Bisnis Haji Agus Salim (ITB HAS), Universitas Andalas (Unand), Universitas Bung Hatta, dan Universitas Janabadra. Kolaborasi tersebut menunjukkan komitmen Nusantara Muda bersama perguruan tinggi dalam membangun budaya riset, inovasi, serta meningkatkan daya saing mahasiswa Indonesia melalui kompetisi ilmiah tingkat nasional.

Hingga tahun 2026, kompetisi ini telah memasuki penyelenggaraan ke-8, yang mencerminkan konsistensi Nusantara Muda dalam menghadirkan ajang akademik secara berkelanjutan. Selain menjadi sarana kompetisi, LETIN juga berperan sebagai media pengembangan kemampuan berpikir kritis, penulisan ilmiah, pemecahan masalah, serta memperluas jejaring kolaborasi antarmahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Melalui tema-tema yang disesuaikan dengan tantangan pembangunan nasional dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), LETIN terus mendorong lahirnya gagasan inovatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

Tahun ini, Universitas Syiah Kuala berhasil meloloskan tim-tim  terbaik ke babak final LETIN 8 setelah melalui pembimbingan yang terencana di mana tim tim ini berasal dari Fakultas Teknik dari Program Studi Teknik Kimia, Teknik Mesin, Teknik Industri dan Teknik Listrik. Juga ada tim dari Fakultas Kelautan dan Perikanan Program Studi Budidaya Perairan dan Fakultas MIPA Program Studi Informatika. Mereka semuanya dalam penulisan esai ini mengangkat tema-tema inovatif yang berfokus pada mitigasi bencana, teknologi pesawat tanpa awak UAV, energi alternatif, pengelolaan limbah plastik, serta pelestarian lingkungan. Berbagai gagasan yang diusung diharapkan mampu memberikan solusi terhadap permasalahan nyata di masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

Dalam proses persiapan menuju babak final, seluruh tim telah melakukan penyempurnaan naskah esai, penyusunan media presentasi, serta pendalaman materi bersama dosen pembimbing. Berbagai tahapan tersebut dilakukan agar setiap tim mampu menyampaikan gagasan secara ilmiah, sistematis, dan aplikatif pada saat sesi presentasi di hadapan dewan juri.

Sebagai informasi, Tim pertama mengusung nama Seulawah Link, yang diketuai oleh Elsa Yulia Putri dari Program Studi Teknik Kimia. Tim ini beranggotakan Putri Maharani dari Program Studi Teknik Listrik  dan Kevin Adiatma dari Program Studi Teknik Mesin. Tim ini dibimbing oleh Dr. Azwar, S.T., M.Eng.Sc. dengan judul esai "SEULAWAHLINK: Jaringan Komunikasi Mesh Berbasis Smartphone sebagai Solusi Komunikasi Darurat pada Situasi Bencana Tanpa Infrastruktur." Gagasan tersebut menawarkan sistem komunikasi berbasis teknologi mesh yang memungkinkan masyarakat tetap dapat berkomunikasi ketika infrastruktur telekomunikasi mengalami gangguan akibat bencana.

Selanjutnya, Tim kedua diketuai oleh Meutya Azzahra dari Program Studi Teknik Kimia. Tim ini beranggotakan Fatihah Rizkiyah, Indri Derisna, dan Maila Zakia, yang seluruhnya berasal dari Program Studi Teknik Kimia. Tim ini dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Farid Mulana, S.T., M.Eng. dengan judul esai "Green Catalytic Pyrolysis: Inovasi Pemanfaatan Mikroalga (Chlorella vulgaris) sebagai Katalis Hijau dalam Proses Pirolisis Limbah Plastik untuk Produksi Bahan Bakar Alternatif." Inovasi tersebut memanfaatkan mikroalga sebagai katalis hijau untuk meningkatkan efisiensi proses pirolisis limbah plastik sehingga menghasilkan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Tim ketiga diketuai oleh Desyir Islam Sayiddina Alam dari Program Studi Teknik Mesin. Tim ini beranggotakan Elsa Yulia Putri dari Program Studi Teknik Kimia serta Putri Maharani dari Program Studi Teknik Listrik. Tim ini dibimbing oleh Aulia Rahman, S.T., M.Sc. dengan judul esai "AEROVA: UAV sebagai Penerjemah Lingkungan dengan Pendekatan Human-Centered dalam Pemanfaatan UAV." Melalui karya tersebut, tim menawarkan pemanfaatan pesawat tanpa awak (UAV) dengan pendekatan yang berpusat pada kebutuhan manusia untuk mendukung pemetaan dan interpretasi kondisi lingkungan secara lebih efektif.

 

Selanjutnya tim keempat yaitu Tim Nemo diketuai oleh Jusri dari Program Studi Budidaya Perairan.  Tim ini dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Farid Mulana, S.T., M.Eng. dengan judul esai "Sistem Ekosistem Perikanan Berbasis Floodplain dengan Integritas Teknologi Sensor Air dalam Mitigasi Banjir dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Pidie Jaya Aceh." Inovasi tersebut mengintegrasikan teknologi sensor air pada ekosistem perikanan berbasis floodplain untuk mendukung mitigasi banjir, pemantauan kondisi perairan secara real-time, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

 

Tim kelima diketuai oleh Naila Petrina Bahrul dari Program Studi Teknik Kimia. Tim ini beranggotakan Cut Najla Fahira, Humairah Asyari, dan Alifa Meuthya Darly, yang seluruhnya berasal dari Program Studi Teknik Kimia. Tim ini dibimbing oleh Ir. Hisbullah, S.T., M.Eng.Sc. dengan judul esai "EcoSorb Bio-System: Integrasi Karbon Aktif Berbasis Limbah Kopi Gayo dalam Teknologi Adsorpsi untuk Menurunkan Konsentrasi Mikroplastik pada Ekosistem Perairan Secara Berkelanjutan." Karya tersebut menawarkan pemanfaatan limbah kopi Gayo sebagai bahan baku karbon aktif untuk mengurangi pencemaran mikroplastik di lingkungan perairan melalui teknologi adsorpsi yang berkelanjutan.

Tim keenam diketuai oleh Kania Puan Keumala dari Program Studi Teknik Kimia. Tim ini beranggotakan Nahla Putri Zahra dan Namira Syahkaila dari Program Studi Teknik Kimia serta Hazairin dari Program Studi Informatika. Tim ini dibimbing oleh Dr. Sofyana, S.T., M.T. dengan judul esai "Breaking the Unbreakable: Inovasi Pirolisis Katalitik untuk Menjinakkan Limbah Plastik PET." Gagasan tersebut menawarkan pemanfaatan teknologi pirolisis katalitik sebagai solusi inovatif dalam mengolah limbah plastik PET menjadi produk bernilai tambah sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular.

Selanjutnya, Tim ketujuh yaitu New Nemo yang diketuai oleh Muhammad Idris dari Program Studi Teknik Industri, dengan anggota Khairun Nisa dari Program Studi Kimia dan Jusri dari Program Studi Budidaya Perairan serta juga berkolaborasi dengan Cut Fania Salsabila dari Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPN) Yogyakarta. Tim kolaborasi ini dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Farid Mulana, S.T., M.Eng. dengan judul esai esai "Teknologi Biogas Berbasis Limbah Tambak Udang sebagai Inovasi Energi Hijau untuk Generasi Muda dalam Mendukung Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan." Melalui inovasi ini, tim menawarkan pemanfaatan limbah tambak udang menjadi energi biogas dan pupuk organik dengan dukungan teknologi IoT untuk memantau proses produksi secara real-time. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan, meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah, menyediakan sumber energi ramah lingkungan, serta mendukung terwujudnya sistem pertanian dan perikanan yang berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular.

Keikutsertaan tim tim ini dan lainnya diharapkan dapat mengharumkan nama Universitas Syiah Kuala pada ajang Lomba Essay Tingkat Nasional (LETIN 8) Tahun 2026. Selain menjadi wadah kompetisi ilmiah, ajang ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi lintas disiplin ilmu, serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Universitas Syiah Kuala menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa finalis beserta dosen pembimbing atas dedikasi dan kerja keras yang telah dilakukan selama proses penyusunan karya hingga persiapan presentasi. Besar harapan agar seluruh tim mampu memberikan penampilan terbaik, meraih prestasi yang membanggakan, serta semakin memperkuat reputasi Universitas Syiah Kuala sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam bidang akademik, riset, dan inovasi di tingkat nasional.

 


Share:
Komentar

Berita Terkini