Percepat Pembangunan Jembatan Gantung di Ds. Lawe Pinis, Kodim 0108/Agara Bersama Warga Cor Dudukan Tiang Pylon

Editor: Cut Silvie author photo

 

MINews.Aceh Tenggara – Dalam rangka mempercepat pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat, personel Satuan Tugas (Satgas) Jembatan Kodim 0108/Aceh Tenggara (Agara) bersama warga terus melaksanakan berbagai tahapan pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Pinis, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, Minggu (19/7/2026).


Salah satu pekerjaan yang dilaksanakan pada kegiatan tersebut adalah pengecoran dudukan tiang pylon yang merupakan bagian penting dalam struktur utama jembatan gantung. Pekerjaan ini dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan personel Satgas dan masyarakat setempat sebagai bentuk sinergi serta gotong royong dalam mempercepat pembangunan jembatan yang sangat dibutuhkan oleh warga.


Dudukan tiang pylon memiliki fungsi strategis karena menjadi struktur dasar yang menopang tiang pylon. Selanjutnya, tiang tersebut akan berperan dalam menopang sistem kabel sling yang menjadi salah satu komponen utama pada konstruksi jembatan gantung. Oleh karena itu, proses pengecoran dilaksanakan secara teliti dan bertahap dengan memperhatikan kualitas material serta ketepatan pekerjaan agar menghasilkan konstruksi yang kuat, kokoh, dan mampu mendukung keamanan serta ketahanan jembatan dalam jangka panjang.


Di lokasi pembangunan, personel Satgas Jembatan Kodim 0108/Agara bersama masyarakat tampak bahu-membahu melaksanakan setiap tahapan pekerjaan. Mulai dari menyiapkan material dan peralatan, mengaduk campuran beton, menempatkan material pada bagian konstruksi, hingga melaksanakan pengecoran dudukan tiang pylon secara bertahap.


Semangat kebersamaan dan gotong royong terlihat jelas dalam kegiatan tersebut. Masyarakat secara aktif turut membantu pekerjaan bersama personel TNI, sehingga proses pembangunan dapat berjalan dengan lebih efektif dan efisien. Kolaborasi ini juga menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap pembangunan jembatan yang nantinya akan memberikan manfaat langsung bagi kehidupan sehari-hari.


Serda Alamsyah mengatakan, kehadiran personel TNI dan Babinsa dalam setiap tahapan pembangunan merupakan bentuk pendampingan serta kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Selain membantu proses pengerjaan, personel di lapangan juga terus memastikan agar setiap tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.


“Kami bersama masyarakat terus bekerja sama melaksanakan pembangunan Jembatan Gantung Perintis ini. Hari ini pekerjaan difokuskan pada pengecoran dudukan tiang pylon yang menjadi salah satu bagian penting dalam konstruksi jembatan. Kami berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan dengan lancar sehingga jembatan ini nantinya segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Serda Alamsyah.


Ia menambahkan bahwa keterlibatan personel TNI dalam pembangunan tersebut merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran Babinsa dan personel Satgas tidak hanya membantu mempercepat pekerjaan fisik, tetapi juga mendorong tumbuhnya semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat.


“Pembangunan ini merupakan kerja bersama. Dengan adanya semangat gotong royong, pekerjaan yang berat dapat diselesaikan dengan lebih ringan. Kami akan terus membantu dan mendampingi masyarakat sesuai kemampuan agar pembangunan jembatan ini dapat segera selesai dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya,” tambahnya.


Pembangunan Jembatan Gantung Perintis tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat Desa Lawe Pinis dan wilayah sekitarnya. Selama ini, aktivitas masyarakat dalam melintasi sungai masih menghadapi berbagai kendala, terutama ketika terjadi peningkatan debit air pada musim hujan. Kondisi tersebut dapat menghambat mobilitas warga dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.


Dengan hadirnya jembatan gantung tersebut, masyarakat nantinya diharapkan dapat melintasi sungai dengan lebih aman, mudah, dan efisien. Jembatan ini juga akan memberikan kemudahan bagi berbagai aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak yang menuju sekolah, petani yang mengangkut hasil pertanian dan perkebunan, serta warga yang hendak menuju fasilitas kesehatan, pusat pemerintahan, maupun lokasi kegiatan ekonomi.


Keberadaan jembatan juga diharapkan dapat memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat. Akses yang lebih baik akan memberikan kemudahan bagi petani dan pelaku usaha dalam membawa hasil pertanian maupun komoditas lainnya menuju lokasi pemasaran. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan aktivitas perekonomian masyarakat.


Semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh personel Satgas Jembatan bersama masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendukung percepatan pembangunan. Sinergi yang terjalin tidak hanya mempercepat penyelesaian pekerjaan, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat dalam semangat kebersamaan serta kepedulian terhadap pembangunan di wilayah.


Melalui pembangunan Jembatan Gantung Perintis ini, diharapkan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Darul Hasanah semakin baik. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat, memperlancar mobilitas, mendukung kegiatan ekonomi, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.


Pembangunan ini juga menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan dan daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses infrastruktur. Kehadiran jembatan diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang dan menjadi sarana penghubung yang mendukung berbagai aktivitas masyarakat.


Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti nyata bahwa TNI melalui Kodim 0108/Aceh Tenggara senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat. Selain menjalankan tugas pokok dalam menjaga keamanan dan pertahanan wilayah, TNI juga terus berperan aktif membantu mengatasi berbagai kesulitan rakyat serta menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan di daerah.


Dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Pinis diharapkan dapat diselesaikan sesuai tahapan dan target yang telah ditentukan. Setelah selesai dan dapat difungsikan, jembatan tersebut diharapkan menjadi akses vital yang memberikan kemudahan, keamanan, serta manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Aceh Tenggara.

Share:
Komentar

Berita Terkini