Reses DPRK Banda Aceh, Ismawardi Serap Aspirasi Warga Meraxa–Kutaraja

Editor: Cut Silvie author photo

MINews.Banda Aceh-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Meraxa–Kutaraja, Ismawardi, S.Pd, kembali turun langsung ke tengah masyarakat untuk mendengarkan aspirasi warganya. Kegiatan tersebut berlangsung dalam Reses I Masa Persidangan II Tahun Anggaran 2026, yang digelar di salah satu warung kopi di Gampong Pie, Kecamatan Meraxa, Sabtu (7/2/2026).

Reses ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung berbagai persoalan dan kebutuhan yang mereka hadapi sehari-hari. Suasana pertemuan berlangsung santai namun penuh makna, dengan warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog terbuka bersama wakil rakyatnya.

Beragam aspirasi pun mengemuka dalam pertemuan tersebut. Mulai dari permohonan bantuan modal usaha bagi kelompok masyarakat, rehabilitasi rumah warga kurang mampu, pengadaan ambulans gampong, hingga persoalan pendidikan, infrastruktur lingkungan, dan pelayanan publik di tingkat gampong maupun kecamatan.

Menanggapi hal tersebut, Ismawardi yang merupakan politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) menegaskan komitmennya untuk menampung seluruh aspirasi yang disampaikan warga. Ia menyatakan, setiap masukan akan dicatat dan diperjuangkan sesuai dengan kewenangan DPRK.

“Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami tampung dan kawal. Untuk persoalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Banda Aceh, tentu akan kami teruskan ke organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar dapat ditindaklanjuti,” ujar Ismawardi di hadapan warga.

Menurutnya, kegiatan reses bukan sekadar agenda formal dewan, melainkan ruang partisipasi publik yang sangat penting dalam proses pembangunan daerah. Melalui reses, masyarakat memiliki kesempatan untuk menyampaikan kebutuhan riil di lapangan, sehingga kebijakan yang dirumuskan nantinya dapat lebih tepat sasaran.

Ismawardi juga menekankan bahwa aspirasi yang dihimpun dari masyarakat Meraxa dan Kutaraja akan menjadi bahan penting dalam pembahasan kebijakan dan program pembangunan di DPRK Banda Aceh, khususnya yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat di tingkat bawah.

“Reses adalah sarana bagi masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan wakilnya. Di sinilah warga bisa menyampaikan keluhan, masukan, dan harapan terkait pembangunan kota ke depan,” katanya.

Ia berharap, komunikasi yang telah terjalin antara masyarakat, DPRK, dan Pemerintah Kota Banda Aceh dapat terus diperkuat. Dengan sinergi yang baik, Ismawardi optimistis pembangunan di Banda Aceh dapat berjalan lebih merata, berkelanjutan, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.(**)





Share:
Komentar

Berita Terkini