
MINews.Pidie Jaya - Beberapa hari menjelang Bulan Suci Ramadhan, musibah banjir kembali menghantam wilayah Kabupaten Pidie Jaya pada Sabtu malam, 14 Februari 2026. Curah hujan tinggi yang mengguyur sejak sore hari menyebabkan debit air sungai meningkat drastis dan meluap ke permukiman warga di sejumlah titik.
Banjir susulan kali ini dilaporkan menggenangi kawasan Pante Beurenee dan Dayah Husen di Kecamatan Meurah Dua. Air mulai merangkak naik saat malam hari, merendam rumah-rumah warga hingga akses jalan utama desa. Dari laporan visual yang beredar, genangan air terlihat cukup tinggi di sekitar gerbang gampong, membuat aktivitas masyarakat lumpuh total.
Warga yang sebelumnya baru saja membersihkan rumah akibat banjir terdahulu, kembali harus menghadapi kenyataan pahit. Air yang datang secara perlahan namun pasti membuat sebagian masyarakat tidak sempat menyelamatkan seluruh barang-barang mereka. Beberapa warga terlihat berjaga di depan rumah, memantau ketinggian air sambil berharap hujan segera reda.
Tak hanya Meurah Dua, luapan air juga berdampak ke wilayah tetangga, yakni Kecamatan Meureudu. Masyarakat di dua kecamatan ini kini berada dalam kewaspadaan tinggi, terutama mereka yang bermukim di sepanjang aliran sungai dan dataran rendah. Jika intensitas hujan terus berlanjut, potensi kenaikan debit air masih sangat mungkin terjadi.
Evakuasi Darurat Alat Berat
Di tengah situasi yang semakin genting, sebuah alat berat jenis ekskavator yang berada di lokasi pekerjaan terpaksa dievakuasi secara darurat. Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, terdengar narasi berbahasa Aceh, “Ka payah tubit mandum” yang berarti “Sudah harus keluar semua.”
Ekskavator tersebut tampak berjuang menembus genangan air untuk mencapai titik yang lebih tinggi. Langkah cepat ini dilakukan guna mencegah kerusakan mesin akibat terendam air, yang bisa menyebabkan kerugian besar jika tidak segera dipindahkan. Proses evakuasi berlangsung menegangkan karena arus air terus bertambah dan permukaan genangan semakin meluas.
Warga Diminta Siaga
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait total kerugian materiil maupun jumlah warga terdampak. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera menyelamatkan dokumen penting serta barang berharga ke tempat yang lebih aman.
Jika ketinggian air terus meningkat, warga diminta tidak ragu untuk mengungsi demi keselamatan jiwa. Aparat desa bersama masyarakat setempat terus melakukan pemantauan perkembangan debit air secara berkala.
Banjir kali ini menjadi pukulan berat bagi masyarakat Pidie Jaya yang sebelumnya juga menghadapi bencana serupa pada akhir tahun lalu. Harapan kini tertuju pada cuaca yang membaik agar air segera surut, sehingga warga dapat kembali beraktivitas dan mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan tenang.
Di tengah ujian ini, doa dan solidaritas menjadi penguat bagi masyarakat yang terdampak. Semoga banjir segera surut, dan warga yang telah bersusah payah membersihkan rumah tidak kembali harus memulai dari awal.(**)