
MINews.Bener Meriah – Aksi kejahatan yang awalnya bermotif pencurian berakhir dengan tragedi berdarah di Kampung Blang Tampu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Niat terduga pelaku RF (24) untuk menggasak biji kopi milik warga justru berubah menjadi tindak pembunuhan keji yang merenggut nyawa sepasang suami istri muda.
Korban diketahui merupakan pasangan suami istri berinisial HBT (26) dan IYR (22). Keduanya tewas setelah diserang secara brutal oleh pelaku yang panik karena aksinya kepergok saat berada di dalam rumah korban.
Kapolres Bener Meriah, AKBP Aris Cai Dwi Susanto, dalam keterangannya pada Selasa (6/1/2026), mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan awal, motif utama pelaku adalah pencurian. Namun situasi berubah drastis ketika korban menyadari keberadaan pelaku di dalam rumah mereka.
“Motifnya murni pencurian. Pelaku masuk ke rumah korban untuk mencuri biji kopi. Namun saat aksinya diketahui, pelaku panik dan melakukan kekerasan hingga menyebabkan korban meninggal dunia,” ujar Kapolres.
Masuk Diam-diam Lewat Jendela
Peristiwa memilukan ini terjadi pada malam hari. Pelaku RF diketahui beraksi seorang diri dengan menyelinap masuk ke rumah korban melalui jendela yang dibuka secara paksa. Sasaran utama pelaku adalah simpanan biji kopi milik korban yang disimpan di dalam rumah.
Namun, rencana tersebut tidak berjalan mulus. Saat pelaku sudah berada di dalam rumah, kedua korban terbangun dan memergoki keberadaan orang asing di kediaman mereka.
Dalam kondisi panik dan takut aksinya terbongkar, pelaku kemudian mengambil sebilah kayu penyangga rumah dan menyerang korban secara brutal.
“Pelaku memukul korban menggunakan kayu penyangga rumah. Serangan dilakukan berulang kali,” jelas AKBP Aris Cai.
Dentuman Keras yang Mengundang Warga
Aksi kekerasan tersebut juga menjawab misteri suara dentuman keras yang sempat mengagetkan warga sekitar pada malam kejadian. Sejumlah tetangga mengaku mendengar suara benturan yang sangat keras dari arah rumah korban.
Kapolres memastikan bahwa suara tersebut bukan berasal dari senjata api, melainkan dari hantaman kayu yang digunakan pelaku saat menyerang korban.
“Kayu yang digunakan pelaku sempat menghantam dinding kayu rumah di dekat jendela. Itulah yang menimbulkan suara keras dan membuat warga curiga,” ungkapnya.
Mendengar suara mencurigakan tersebut, warga sekitar segera mendatangi lokasi. Namun saat tiba, kondisi korban sudah sangat memprihatinkan.
Korban Tak Tertolong
Akibat penganiayaan berat yang dialami, kedua korban akhirnya tidak dapat diselamatkan.
HBT (26) dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Sementara istrinya, IYR (22), sempat mendapatkan perawatan intensif. Namun kondisinya terus memburuk dan meninggal dunia saat dalam perjalanan rujukan ke rumah sakit yang lebih besar.
Kepergian pasangan muda ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar, terlebih keduanya dikenal sebagai pasangan yang baru membina rumah tangga.
Pelaku Dibekuk Kurang dari 12 Jam
Tak butuh waktu lama, Tim Resmob Satreskrim Polres Bener Meriah bergerak cepat melakukan pengejaran. Kurang dari 12 jam setelah kejadian, pelaku RF berhasil diringkus di sebuah rumah kebun kopi di wilayah Kampung Bale Atu.
Pelaku ditangkap tanpa perlawanan berarti dan langsung digelandang ke Mapolres Bener Meriah untuk menjalani pemeriksaan intensif.
“Pelaku sudah kami amankan. Saat ini proses penyidikan terus berjalan dan berkas perkara sedang kami lengkapi agar pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kapolres.
Duka di Tengah Ujian Daerah
Peristiwa tragis ini semakin menambah duka bagi masyarakat Bener Meriah yang belakangan juga tengah menghadapi cobaan berat akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah.
Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada malam hari, serta segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa tindak kejahatan, sekecil apa pun niat awalnya, dapat berujung pada tragedi besar ketika pelaku kehilangan kendali dan memilih jalan kekerasan.(**)