MINews.Lhokseumawe – Hampir sepekan setelah banjir bandang dan longsor melanda sejumlah wilayah Aceh, relawan Blood For Life Foundation (BFLF) Wilayah Lhokseumawe- Aceh Utara (LSM'ACUT) terus bergerak tanpa henti. Demikian dikatakan Ketua BFLF setempat Mutia Sari ST MSM, ia menyebut para relawan tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga terlibat langsung dalam penanganan korban.
“Sore kemarin pada Minggu kami awalnya hanya berniat datang untuk menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat sekitar Bandara Malikussaleh, tetapi karena disaat yang sama tim dari Personil materi B yonko 469 pasgat yang dipimpin langsung oleh Danyonkon 469 Korpasgat Kapten Pas Dadang, PMI dan beberapa relawan lagi mengevakuasi jenazah, akhirnya kamipun secara sukarela ikut membantu memandikan jenazah korban banjir di sekitar Bandara Malikussaleh. Ini tugas kemanusiaan yang tidak bisa kami tolak, apalagi masyarakat juga ada y mengatakan tolong bantu,” kata Mutia, Senin (1/12/2025).
Selain membantu proses pemulasaraan jenazah, BFLF Lamacut juga menyalurkan berbagai bantuan kepada warga terdampak bencana. Bantuan meliputi sembako, pakaian layak pakai, kain sarung baru, roti kering, kue basah, air mineral, handuk, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya.
Penyaluran berlangsung sejak 29 November 2025, hasil dari open donasi yang dibuka BFLF setelah banjir meluas.
Lokasi Penerima Bantuan
1. Desa TP Beurandang, Kecamatan Muara Batu
2. Auditorium Kampus Unimal
3. Satu pesantren di wilayah Muara Batu
Mutia menambahkan, sejak hari pertama banjir pihaknya juga menjadi call center darurat untuk warga yang membutuhkan evakuasi. Setiap pengaduan warga diteruskan kepada pihak terkait seperti Lanal, Lanud, Kopasgat, serta tim SAR Unimal.
“Kami bahkan meminjamkan mobil untuk membantu tim Asar mengantarkan makanan siap saji kepada pengungsi di Ujung Pacu Kota Lhokseumawe pada 28 November 2025,” ujarnya.
BFLF LSM'ACUT juga meminjamkan tabung gas untuk mendukung operasional dapur umum Pemko Lhokseumawe yang dibuka di Masjid Islamic Center.
Mutia memastikan BFLF akan tetap berada di lapangan selama warga masih membutuhkan pertolongan.
“Selama Aceh dilanda musibah, kami akan tetap bergerak,” tegasnya.
