
MINews.Banda Aceh - Yayasan Blood For Life Foundation (BFLF) Cabang Aceh Singkil menyalurkan bantuan tahap pertama bagi warga terdampak banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh dalam sepekan terakhir. Kondisi akses yang terputus memaksa relawan menempuh jalur laut untuk memastikan bantuan tetap sampai kepada masyarakat di desa-desa terisolir.
Koordinator BFLF Aceh Singkil, Darwis, mengatakan pihaknya mengerahkan relawan sejak masa tanggap darurat diberlakukan.
“Dalam masa tanggap darurat, BFLF Aceh Singkil telah menyalurkan bantuan tahap 1 berupa sembako, air mineral, makanan dan perlengkapan balita serta pakaian bekas layak pakai. Penyaluran tahap 1 kita salurkan di beberapa desa di Kecamatan Singkil yang saat itu masih terisolir,” ujar Darwis, Selasa (2/12/2025).
Ia menjelaskan, akses darat sempat lumpuh karena sejumlah infrastruktur rusak.
“Akibat banjir, banyak infrastruktur seperti jalan dan jembatan terputus. Karena masih tingginya air banjir, penyaluran bantuan kita tempuh melalui jalur laut dengan menggunakan kapal nelayan dan kendaraan relawan untuk kita salurkan ke posko atau dapur umum,” tambahnya.
Saat ini, kondisi banjir mulai menunjukkan perbaikan. Darwis mengatakan, air di beberapa kawasan telah surut dan pemerintah mulai memperbaiki jalan utama maupun jalur alternatif. Hal itu memungkinkan pendistribusian bantuan tahap lanjutan dilakukan melalui jalur darat.
Menutup keterangannya, Darwis berharap pemerintah memperkuat sistem manajemen kebencanaan di Aceh, mulai dari kesiapsiagaan, mitigasi, penanganan saat bencana, hingga pemulihan pascabencana.
"Harapan kita kepada pemerintah memiliki manajemen penanggulangan bencana yang baik, mengerahkan semua potensi yang ada secara terencana dan terstruktur,” ujarnya.