Aceh Bergerak Kirim Relawan Lakukan Trauma Healing untuk Anak Korban Banjir di Meureudu

Editor: Cut Silvie author photo

 

MINews.Meureudu - Yayasan Aceh Bergerak mengirim 60 orang relawan untuk melakukan kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban banjir di Dayah Usen, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan ini dilakukan menyusul terhentinya aktivitas sekolah akibat banjir yang merendam fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.


“Banjir menyebabkan sejumlah sekolah mengalami kerusakan parah dan tidak dapat digunakan, sehingga anak-anak terpaksa berhenti mengikuti kegiatan belajar mengajar. Kondisi ini berdampak pada psikologis anak-anak yang kehilangan aktivitas harian dan ruang bermain,” kata Ketua Aceh Bergerak Eva Hazmaini, Kamis, 18 Desember 2025. 


Dalam kegiatan tersebut, relawan Aceh Bergerak melakukan pendampingan psikososial melalui berbagai aktivitas, seperti permainan sederhana, lomba kecil, hingga menonton film bersama. Relawan juga turut membersihkan fasilitas umum dan lingkungan dayah yang terdampak banjir.


Salah seorang anak, Haura, mengatakan sekolahnya terendam banjir dan tidak bisa lagi digunakan.



"Sekolah kami sudah terendam banjir, hancur semua, jadi kami tidak sekolah,” ujarnya.


Haura mengaku senang dengan kehadiran para relawan yang membawa kegiatan hiburan bagi anak-anak.



“Kami senang ada kegiatan seperti ini, sudah lama kami tidak lomba dan nonton bersama,” katanya.


60 orang relawan ini telah tiba di sana pada Selasa 16 Desember lalu ke Dayah Usen. Para relawan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa hingga pekerja. 


“Keberangkatan ini merupakan bagian dari aksi kemanusiaan Aceh Bergerak tahap pertama,” kata Koordinator Relawan Aceh Bergerak Rina Hayati. 


Ke depan Aceh Bergerak berencana melanjutkan aksi kemanusiaan ke wilayah Aceh Utara.


Rina mengatakan mengatakan dalam pelaksanaannya, relawan menghadapi kendala transportasi. Dukungan kendaraan hanya diperoleh dari Dinas Perkim, sementara kebutuhan transportasi lainnya harus dipenuhi melalui penyewaan secara mandiri.


“Kita berharap ada bantuan transportasi melalui pemerintah untuk membantu para relawan mandiri ini,” demikian Rina.

Share:
Komentar

Berita Terkini