"Save Sumatera, Pray for Indonesia" Selamatkan Bumi dari Keserakahan

Editor: Cut Silvie author photo
MINews.Banda Aceh- Bencana alam adalah peristiwa yang disebabkan oleh kekuatan bumi yang mengakibatkan kerusakan besar dan terkadang berakibat pada hilangnya nyawa.

Bencana alam dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari gempa bumi dan tsunami, banjir, letusan gunung berapi, hingga tanah longsor, kebakaran hutan dan lain sebagainya.

Pertanyaannya, apa yang menjadi penyebab hingga semua ini bisa terjadi. Ya, jawabannya adalah manusia itu sendiri.

Tidak dipungkiri, selain faktor penyebab yang terjadi dari kondisi alam, karena pergerakan lempeng tektonik, aktivitas vulkanik, siklus hidrologi, dan cuaca ekstrem.

Faktor penyebab utama adalah manusia. Meskipun dipicu alam, aktivitas manusia seperti penggundulan hutan dapat memperburuk risiko bencana seperti banjir dan tanah longsor.

Hingga berdampak pada korban Jiwa dan kerugian harta benda, seperti kehilangan nyawa, luka-luka, dan kerusakan besar pada rumah serta infrastruktur.

Selain itu kerusakan pada  lingkungan: kerusakan ekosistem, lahan pertanian, dan sumber daya alam lainnya.

Kemudian, gangguan ekonomi dikarenakan terganggunya aktivitas ekonomi, rusaknya mata pencaharian, dan biaya rekonstruksi yang besar.

Menyusul pada dampak psikologis seperti trauma dan masalah kesehatan mental seperti Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Serta gangguan sosial, semisal gangguan terhadap sistem utilitas seperti listrik, air, dan komunikasi.

Kini muncul pertanyaan, bagaimana penanggulangan terhadap bencana jika sudah terjadi?

Upaya yang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko bencana, seperti melakukan reboisasi, tidak membuang sampah sembarangan, dan membangun infrastruktur tahan bencana.

Disisi lain peran pemerintah berserta stakeholder untuk terus merangkul dan memberi pemahaman kepada masyarakat berupa edukasi guna meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang bencana sejak dini harus terus terlaksana dengan baik dan penuh kesadaran.

Disamping itu, sistem peringatan dini (mitigasi kebencanaan), seperti mengembangkan sistem untuk memberikan peringatan sebelum bencana terjadi, seperti alat pendeteksi tsunami juga merupakan hal penting.

Namun, jika kita bertafakur dalam menyikapi ini semua. Seharusnya sebagai mahluk ciptaan Allah yang diberikan akal untuk berfikir, bertindak dan mencari solusi sudah seharusnya kita mendepak "keserakahan dan kerakusan" yang menyebabkan terjadinya berbagai bencana yang kini dirasakan oleh saudara-saudara kita di wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Akibat kepentingan dari suatu golongan, kelompok atau orang-orang tertentu yang ingin meraup keuntungan dengan menjalankan bisnis ilegal merusak alam beserta isinya, tanpa memikirkan dampak dari kerusakan alam itu sendiri.

Kekinian, kita berharap agar Allah senantiasa memberi pengampunan dan perlindungan atas musibah serta ujian yang telah diberikan, baik dalam bentuk bencana alam dan lain-lain.

Selain itu, gerak cepat pemerintah pusat dan daerah terkait tanggap darurat bencana di beberapa provinsi juga sangat diharapkan, untuk membantu saudara-saudara kita yang tengah tertimpa bencana.  "Save Sumatera, Pray for Indonesia".

Semoga duka dan airmata berangsur pulih menjadi tangis bahagia, setelah kita sadar dan menyadari serta mau melakukan perubahan, dan juga pembenahan untuk menyelamatkan alam agar musibah bencana tidak terulang kembali pada anak cucu dan generasi bangsa(**)


written by : Cut Silvia

Share:
Komentar

Berita Terkini