Siswa SRMA 2 Belajar Budidaya Madu dan Konservasi Orangutan di Jantho

Editor: Cut Silvie author photo

 

MINEWS.ACEH BESAR – Seratusan siswa dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 2 Aceh Besar melakukan kunjungan lapangan ke Inkubator Usaha Linot Madu Jantho di Fajar Lestari Nursery, Jantho, pada Sabtu (27/9/2025).

Dalam kegiatan itu, para siswa mendapat kesempatan belajar langsung tentang budidaya madu sekaligus menambah pengetahuan mengenai konservasi orangutan.

Kepala SRMA 2 Aceh Besar, Sri Amalia, S.Pd menyebut, kegiatan tersebut bertujuan membuka wawasan peserta didik agar lebih mengenal potensi alam di daerah mereka.

“Alhamdulillah, senang sekali hari ini kami dapat mengajak anak-anak mengunjungi Fajar Lestari. Harapan kita, kegiatan ini bisa membuka wawasan mereka tentang betapa banyak potensi alam Aceh Besar yang dapat dikembangkan menjadi usaha,” ujarnya.

Ia menjelaskan, siswa SRMA 2 merupakan anak-anak dari 23 kecamatan di Aceh Besar yang sebagian besar berasal dari keluarga penerima manfaat kategori Desil 1 dan 2. Program ini, kata  Amalia, selaras dengan salah satu program strategis pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

“Harapan pemerintah, anak-anak ini nantinya bisa membawa keluarganya keluar dari transmisi kemiskinan. Apakah mereka melanjutkan kuliah atau memilih berwirausaha, potensi alam Aceh Besar dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan perekonomian mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Manager Buffer Protection Unit (BPU) Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), Mukhlisin, menyambut baik kehadiran para siswa. Menurutnya, selain belajar budidaya lebah, mereka juga dikenalkan dengan program konservasi orangutan yang tengah dijalankan pihaknya.

“Hari ini adik-adik dari Sekolah Rakyat Aceh Besar melihat langsung proses budidaya lebah di Fajar Lestari sekaligus mendapatkan penjelasan tentang program reintroduksi orangutan. Ini adalah upaya pelepasliaran orangutan hasil sitaan dari berbagai tempat di dalam maupun luar negeri,” jelasnya.

Mukhlisin menambahkan, antusiasme siswa sangat tinggi saat mendengar penjelasan seputar orangutan maupun proses budidaya madu.

“Mudah-mudahan kunjungan ini memperkaya wawasan mereka sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap orangutan dan lingkungan, khususnya di Aceh Besar, dan Aceh pada umumnya,” pungkasnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini