MINEWS.BANDA ACEH - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) adakan Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait Penyusunan Indeks Kapasitas Daerah Tahun 2025. Acara yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 2-4 September ini dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Nara Setia, SE, Ak.,M.Si sekitar pukul 21.00 bertempat di Hotel Rasamala, Banda Aceh. Selasa (2/9)
Teuku Nara dalam sambutannya mengakui Penilaian indeks ketahanan daerah merupakan upaya untuk mengukur kapasitas penanggulangan bencana baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Penilaian tersebut merupakan salah satu elemen penting dalam penyusunan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) dan selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) maupun Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) di Provinsi Aceh.
Bimtek hari ini bertujuan untuk memberikan informasi tingkat risiko bencana di Provinsi Aceh. Perhitungan tingkat risiko di tiap-tiap Kabupaten/kota dilakukan dengan memerhatikan faktor Hazard (bahaya), Vulnerability (kerentanan), dan Capacity (kapasitas).
Selanjutnya, disajikan tingkat risiko bencana di kabupaten kota sesuai dengan bahaya yang dimiliki dan gabungan dari bahaya tersebut. “Siapa melakukan apa harus tetap menjadi strategi dalam pengurangan risiko dalam mengukur indeks ketahanan daerah, mari ajak SKPD, Stakeholder dan setiap elemen masyarakat di daerah sehingga bencana ini menjadi urusan bersama”sebut Teuku Nara.
Tambahnya lagi, Penyusunan indeks kapasitas daerah penting untuk menjadi perhatian, sehingga bisa melakukan strategi untuk meningkatkan indeks ketahanan di kabupaten/kota dengan merujuk pada 71 indikator yang telah ditetapkan.
Terakhir Teuku Nara berharap tidak lagi ada sekat-sekat antara pelakasana BPBD dan BPBA. Tingkatkan sinergitas dan kekompakan sebelum dan saat pelaksanaan bencana, dengan diselenggarakannya Bimtek ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas personil BPBD dan instansi terkait lainnya.
“Mengingat pentingnya tujuan yang ingin dicapai dari Bimtek ini saya berharap kepada seluruh peserta agar dapat mengikutinya secara serius hingga tuntas” tutup Teuku Nara.
Sekretaris BPBA, Ir. Muhammad Syahril, MM dalam laporannya mengungkapkan maksud dan tujuan Bimtek yang pertama adalah peningkatan kapasitas dalam penilaian indeks kapasitas daerah bagi BPBD dan instansi terkait di daerah.
Kedua, terlaksananya verifikasi yang tepat atas permasalahan yang ditemukan dalam penilaian indeks kapasitas di daerah. Ketiga, memberikan informasi dan pemahaman yang sama terkait tingkat resiko bencana dari kabupaten/kota masing-masing. Keempat, membagikan informasi terkait strategi strategi derah dalam upaya pengurangan risiko bencana dalam perencanaan pembangunan di daerah.
“Bimtek ini dihadiri oleh 60 peserta terdiri dari 23 BPBD kab/kota, Bappeda , akademisi Unsyiah dan internal BPBA sedangkan pemateri kami datangkan dari BNPB, Unsyiah dan BPBA” Jelas Syahril.
Selanjutnya Syahril berharap dengan adanya Bimtek Penyusunan Indeks Kapasitas Daerah Tahun 2025 peserta dapat melakukan penilaian indeks risiko bencana secara mandiri di kabupaten/kota masing-masing. Sehingga BPBD dapat melakukan strategi-strategi untuk meningkatkan indeks kapasitas di daerahnya. (HJ)

